Arti dan esensi iman kepada Allah 1

Arti dan esensi iman kepada Allah 1

Arti dan esensi iman kepada Allah

Iman yang benar adalah sumber kehidupan jiwa dan medan kebahagiaan

Jiwa tidak dapat tenang kecuali dengan iman kepada Allah Jalla wa'Azza, dan jiwa yang tidak beriman akan senantiasa takut , sesat dan lemah, tidak memiliki ketenangan. Dan iman yang dapat menyelamatkan adalah iman kepada Allah, yaitu keyakinan yang kuat bahwa Allah adalah Tuhan, Raja dan Pencipta segala sesuatu, hanya Dia satu-satunya yang berhak disembah berupa shalat, puasa, doa, harapan, rasa takut, tunduk dan patuh, dan Dia memiliki seluruh sifat-sifat sempurna yang terbebas dari segala kekurangan dan aib.

Iman kepada Allah cahaya menuju keadilan, cahaya menuju kebebasan, cahaya menuju ilmu pengetahuan, cahaya menuju petunjuk, dan cahaya menuju ketenangan dan keamanan rohani.

Iman kepada Allah mencakup iman kepada malaikat-malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhirat dan Takdir-Nya yang baik dan buruk, iman ini adalah pokok kebahagian manusia, bahkan ia adalah surga dunia bagi seorang yang beriman dan ditutup dengan surga akhirat insya Allah

Menurut istilah syar'i: ia adalah keyakinan dalam hati dan dibenarkan dengan ucapan lisan dan perbuatan anggota tubuh, ia bertambah dengan melakukan keta'atan dan berkurang akibat perbuatan maksiat.

Jika hal ini dipahami, maka hendaklah diketahui bahwa pokok diterimanya amalan di sisi Allah adalah keimanan, berdasarkan firman-Nya: Dan Barang siapa yang beramal saleh dan ia dalam keadaan beriman (Q.S. al Anbiyaa:94)

Urgensi keimanan

Amalan terbaik dan terbersih di sisi Allah adalah keimanan, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dzar -radhiyallahu anhu- ketika beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ : &"Wahai Rasulullah, amalan apakah yang terbaik? Beliau menjawab: Iman kepada Allah dan jihad di jalan-Nya&"(H.R. Muslim).

Dia adalah sebab mendapatkan petunjuk dan Kebahagiaan dunia akhirat, sebagaimana firman-Nya: Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam (Q.S. al An&"am:125)

Keimanan akan memalingkan seorang beriman dari kemaksiatan, sebagaimana firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya (Q.S. al A&"raf:201)

Iman adalah syarat diterimanya sebuah amalan, Allah Ta&"ala berfirman: Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. &"Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi (Q.S. az Zumar:65)

Maka dengan Iman yang murni Allah akan memberkahi amalan dan mengabulkan doa. Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. &"Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (Q.S. az Zumar:65)

Maka dengan Iman yang murni Allah akan memberkahi amalan dan mengabulkan doa.


Buah keimanan

Allah Jalla wa&"Azza berfirman: Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. (Q.S. Ibrahim:24-25)

Di antara buah keimanan:

1-Iman yang benar menanamkan ketenangan jiwa dan kelapangan dada, ini bukti firman-Nya: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih (Q.S. Yunus:62)

2-Kebersamaan Allah bagi orang beriman, yaitu Dia mengeluarkannya dari kegelapan kufur dan akibatnya kepada cahaya iman dan ganjarannya.

Iman kepada Allah penghubung antara hamba lemah dan Tuhannya, sebagaimana kekuatan diminta dari yang Maha Kuat.

3-Mendapatkan ridha Allah berupa surga yang Ia siapkan bagi siapa saja yang beriman dan membenarkan-Nya, Ia berfirman: Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga&"Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar (Q.S. at Taubah:72)

4-Pembelaan Allah bagi wali-wali, partai dan kekasih-Nya yang beriman: Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman (Q.S. al Hajj:38)

Di antaranya: Allah membela Nabi-Nya Muhammad -shallallahu alaihi wa sallam- ketika berhijrah, dan membela kekasihnya, Ibrahim -alahis salam- ketika dilempar ke dalam api.

5-Kedudukan tinggi dan kepemimpinan dalam agama, Dia berfirman: Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar (Q.S. as Sajadah:24)

Buktinya adalah kepemimpinan orang yang beragama dan yakin kepada Allah, Allah mengabadikan nama dan peninggalannya sementara mereka berada dalam kuburnya, jasmani mereka sudah hilang namun peninggalan dan berita mereka tetap ada dalam kehidupan.

Kehidupan tanpa iman adalah kematian… Bola mata tanpa iman buta… Lidah tanpa iman bisu… Tangan tanpa iman lumpuh…

6-Kecintaan Allah bagi orang-orang beriman, Dia berfirman: Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya. (Q.S. al Maidah:54)

Dan firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang (Q.S. Maryam:96).

7-Kehidupan bahagia di dunia dan akhirat, Allah berfirman: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (Q.S. an Nahl:97),

Di mana orang-orang yang mencari kehidupan bahagia?!!

8-Kecintaan Allah kepada orang beriman dan kecintaan orang beriman kepada Allah, Dia berfirman: Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya. (Q.S. al Maidah:54)

Yaitu: Dia mencintainya dan menjadikan manusia mencintainya.

9-Kabar gembira bagi orang beriman berupa karomah dari Allah untuknya, Allah berfirman: Berilah kabar gembira bagi oang-orang beriman (Q.S. at Taubah:112)

Tidak dikatakan kabar gembira kecuali pada hal yang agung sehingga berdampak pada kulit, itulah sebabnya dinamakan kabar gembira. Dan tidak ada yang lebih agung dari rahmat, ridha dan surga Allah Jalla wa&"Azza, Dia berfirman: Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya (Q.S. al Baqarah:25)

10-Iman adalah sebab keteguhan, Dia berfirman: (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: &"Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka&", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: &"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung&" (Q.S. al Baqarah:173)

Bukti keteguhan ini adalah pengorbanan yang tercatat dalam sejarah para Nabi, sahabat, tabi&"in dan orang yang mengikuti metodennya

11-Peringatan berguna baginya, Allah berfirman: Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman (Q.S. azd Dzariyat:55)

Hanya orang beriman yang berguna baginya peringatan.

12-Semua kondisi baik bagi orang beriman; dalam kondisi lapang dan sempit baik baginya, Rasulullah ﷺ bersabda: &"Sangat indah urusan orang beriman, semua urusannya baik baginya, dan itu hanya bagi orang beriman, jika ia mendapatkan kesenangan ia bersukur, dan itu baik baginya, jika ia tertimpa kesulitan ia bersabar dan itu baik baginya&" (H.R.Muslim),

Iman membawa pelakunya untuk bersabar ketika sulit dan bersyukur ketika senang.

13-Orang beriman terjaga dari perbuatan dosa besar, disebutkan dalam hadits shahih sabda Rasulullahﷺ: &"Pezina tidak beriman ketika ia berzina…&" (H.R.Bukhari).

Inilah buah agung dari keimanan, di mana orang-orang yang mencari kebahagiaan dan ketenangan jiwa?!

Dampak keimanan:

Di antara dampak keimanan dalam kehidupan orang beriman:

1-Menambah semangat orang beriman untuk patuh kepada syariat yang suci ini, Allah&"Azza wa Jalla berfirman: Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. &"Kami mendengar, dan kami patuh&". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (Q.S. an Nur:51).

Iman membawa pelakunya untuk bersegera menjalankan dan patuh terhadap perintah Allah Jalla wa&"Azza.

Iman kepada Allah adalah kehidpun.. dan hidup bersama Allah adalah keimanan.

Allah Ta &";ala berfirman: Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya (Q.S. an Nisa:65)

Bahkan iman membawa pelakunya untuk berserah diri dan ridha terhadap perintah Allah Jalla wa &";Azza.

2-Allah menjaga hambanya dari perbuatan syirik, yang nampak maupun tersembunyi, di antaranya tidak berdoa, minta tolong dan istigatsah kepada selain Allah Jalla wa&"Azza; yang memberi manfaat dan mudharat hanyalah Allah Jalla wa&"Azza. Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri (Q.S. al An&"am:17).

3-Cinta dan benci karena Allah, dan itu adalah tali iman yang kuat, Allah Jalla wa&"Azza berfirman: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara (Q.S. al Hujurat:10),

Buktinya adalah persaudaraan antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin, mereka saling member jiwa dan hartanya, Rasulullah ﷺ telah bersabda: &"Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia senang bagi saudaranya apa yang ia senang bagi dirinya&" (H.R.Bukhari). &"Wahai orang-orang beriman, berimanlah kalian&",

Allah memanggilnya dengan nama iman dan mengajak untuk beriman karena keagungan kedudukannya.

4-Sabar dalam jihad di jalan Allah, mengorbankan segala harta yang berharga agar Allah ridha, Allah Ta&"ala berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar (Q.S. al Hujurat:15).

5-Ketergantungan hati kepada Allah dan janji-Nya serta bergembira dengannya; surga dunia menurut dia adalah keimanan dan ketaatan kepada yang maha Pemurah, mereka mengharapkan surga akhirat yang merupakan janji Allah untuknya, dan mengharapkan ganjaran dari Allah ketika menghadapi kesulitan dan kesusahan lalu ditulis pada buku amalannya, Allah&"Azza wa Jalla berfirman: Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (Q.S. at Taubah:120-121), Semua ini bagi orang beriman kepada-Nya dan jujur dalam berinteraksi dengan-Nya.

6-Meraih pertolongan Allah dan Rasul-Nya, Allah&"Azza wa Jalla berfirman: Sesungguhnya wali (penolong) kalian adalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman(Q.S. al Maidah:55).

Pertolongan Allah mencakup: cinta-Nya, pertolongan terhadap agamanya, cinta para wali-Nya dan berlepas diri dari siapa yang Berlawanan dengannya, yaitu musuh-musuh Allah, Dia berfirman: Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung (Q.S. al Mujadilah:22),

Orang beriman menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman sebagai wali (penolong)nya, dan tidak akan mengangkat orang-orang kafir sebagai walinya, Allah berfirman: janganlah orang-orang beriman menjadikan orang-orang kafir sebagai wali dengan meninggalkan orang-orang beriman (Q.S. Ali Imran:28).

7-Memperoleh akhlak mulia. Terdapat dalam hadits Nabi shallallahu alahi wa sallam beliau bersabda: &"Sifat malu dan iman dikaitkan bersama, jika salah satunya diangkat maka yang lainpun ikut terangkat&" (H.R.Baihaqi)

Sifat malu termasuk akhlak yang paling mulia, orang beriman berakhlak mulia terhadap saudara-saudaranya agar merasakan kenikmatan hidup di dunia, tanpa ada masalah, perpecahan dan perselisihan… semua itu karena ia orang beriman, itu hanyalah dimiliki oleh orang beriman.

8-Kebahagiaan hakiki dan ketenangan jiwa; membuat ia merasakan bahwa ia berada di surga dunia dikarenakan bahagia dan jiwa yang tenang; karena ia hanya memiliki satu Tuhan, yaitu Allah Jalla wa&"Azza, dan satu Nabi, yaitu Muhammad bin Abdullah ﷺ, satu konsep yaitu mencari ridha Allah dan satu tujuan yaitu surga yang seluas langit dan bumi.

Engkau melihat kiri dan kanan, kau dapati klinik psikiater penuh dengan pasien, lalu kau dengarkan berbagai keluhan, kegundahan, kesedihan, susah tidur, gelisah, mimpi buruk; dengannya kau yakin bahwa semua itu karena jauh dari iman yang benar kepada Allah Jalla wa&"Azza, karena bersandar dan bergantung hanya pada dunia, materi telah menguasai sisi ruhani, padahal manusia sangat butuh sisi rohani yang cukup, dan itu tidak terpenuhi kecuali dengan iman yang benar kepada Allah, bergantung kepada-Nya dan senantiasa mengingat-Nya, beriman kepada Malaikat, Kitab suci, Rasul, hari akhirat dan takdir yang baik dan yang buruk, yang manis dan yang pahit yang datang dari Allah Jalla wa&"Azza.

Kesimpulannya, bahwa kebanyakan orang lalai dari obat hati, penenang jiwa, surga dunia, hanya karena memburu harta dunia yang fana, pada akhirnya ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan dan juga tidak tenang sejak awal perjalanan.

Kebutuhan rohani tidak akan terpenuhi kecuali dengan iman, karena ruh berasal dari Allah, jasmani Allah ciptakan dari tanah, maka setiap kali engkau memenuhi kebutuhan rohanimu, jiwamu akan semakin tinggi, tenang dan jauh dari perkara-perkara sepele, sebaliknya, semakin engkau mengabaikan sisi ini, jiwamu akan jatuh kepada tabiat binatang yang memperturutkan hawa nafsu, semakin sempit dan sengsara dan dunia menjadi gelap gulita di hadapan matanya.


Iman kepada Rasul Allah

Allah tidak menciptakan hambanya sia-sia dan tidak membiarkannya begitu saja, oleh karena itu Ia mengutus para Rasul untuk memperkenalkan mereka Tuhannya, keagungan dan kesempurnaan-Nya, memperkenalkan mereka syariat-Nya, Ia telah mengutus manusia terbaik, Ia telah mengutus banyak Rasul, di antaranya Nuh, Ibrahim, Musa, Isa alahimussalam, dan menutup kerasulan dengan Rasul terbaik, Muhammad ﷺ, Ia memberikan semua Rasul mukjizat yang menjadi bukti kebenarannya, mereka telah menjalankan amanah dan menunaikan risalah serta memperkenalkan manusia kepada Tuhan dan Penciptanya, siapa yang tidak beriman dan membenarkan risalahnya maka ia belum beriman kepada Allah, Ia berfirman: Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya (Q.S. al Baqarah:285); Karena mereka utusan dari-Nya dan yang menyampaikan wahyu-Nya, kita mengimani mereka semua, Dia berfirman: (Mereka mengatakan): &"Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya&" (Q.S. al Baqarah:285); Dan Allah mengutus para Rasul dengan kitab suci sebagai cahaya bagi manusia, Dia mengutus Ibrahim dengan Suhuf, Daud dengan Zabur, Musa dengan Taurat, Isa dengan Injil dan Muhammad dengan Kitab mukjizat, al Qur&"an al Majid, Dia berfirman: (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu (Q.S. Hud:1)

Dia menjadikannya sebagai petunjuk, cahaya, berkah dan bukti, Dia berfirman: Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (Q.S. al An&"am:155),

Dan firman-Nya: Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran (Q.S. an Nisa:174).

Allah menjadikan iman kepada penutup para Nabi dan Rasul dan manusia terbaik, Muhammad ﷺ, dan agama yang dibawanya berpasangan dengan iman kepada keEsaan-Nya dalam kalimat syahadat &"Aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang hak disembah kecuali Allah dan Muhammada adalah utusan Allah&", Dia mengutusnya sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta, dengannya Dia mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, dari kebodohan menuju ilmu, dan dari kesesatan menuju petunjuk, ia telah menunaikan amanah dan menasehati ummat, beliau sangat memperhatikan ummatnya

Dia berfirman: Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin (Q.S. at Taubah:128)

Allah memberikan Nabi dan Rasulnya, Muhammad ﷺ hak-hak yang patut ia dapatkan, beliau adalah manusia terbaik dan pemimpinnya, beliau bersabda: Aku adalah pemimpin anak cucu Adam, tanpa membanggakan diri (H.R.Ibnu Majah)

Di antara hak-hak beliau adalah:

1-Mengimani bahwa dia adalah hamba dan Rasul-Nya, dan Allah Ta&"ala mengutusnya sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta, beliau telah menyampaikan amanah dan menunaikan risalah, Dia berfirman: Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan. (Q.S. at Tagabun:8),

Dan beliau bersabda: Demi zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, siapa yang telah mendengarkan tentang aku dari ummat ini, baik Yahudi atau Nasrani kemudian ia mati dan belum beriman kepada apa (agama) yang aku diutus dengannya maka ia akan termasuk penghuni neraka (H.R. Muslim).

2-Menerima dan membenarkan apa yang dibawa oleh Rasulullah dari Tuhannya serta yakin bahwa ia adalah benar, telah sampai kepada beliau dari Allah Ta&"ala tanpa ada keraguan, Ia berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu (Q.S. al Hujurat:15),

Dan firman-Nya: Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.(Q.S. an Nisa:65).

3-Mencintainya; Allah berfirman: Katakanlah: &"jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya&". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (Q.S. at Taubah:24),

Beliau bersabda: Tidak beriman seorang di antara kalian sampai aku lebih ia cintai daripada ayah, anak dan seluruh manusia (H.R.Bukhari).

4-Menghormati dan mengagungkannya; Allah bertfirman: supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkannya, dan menghormatinya (Q.S. al Fath:9)

Ia juga berfirmana: Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung (Q.S. al A&"raf:157).

5-Mencintai dan menghormati ahlul bait (keluarga)nya yang beragama Islam dan mengikuti sunnahnya serta memahami wasiat Nabi Muhammad ﷺ yang berbunyi: &"Aku ingatkan kalian -atas nama Allah- ahlul baitku, Aku ingatkan kalian -atas nama Allah- ahlul baitku, Aku ingatkan kalian -atas nama Allah- ahlul baitku&" (H.R.Muslim)

Dan ahlul bait (keluarga) beliau adalah orang yang paling mulia, seperti isteri-isteri, keturunan dan kerabatnya yang tidak boleh mengambil harta zakat, tidak boleh mencela mereka sebagaimana tidak boleh meyakini kemaksuman mereka atau berdoa kepadanya selain Allah.

6-Mencintai sahabat-sahabatnya yang beriman dan menbenarkannya, tidak memperbincangkan mereka dengan kejelekan karena Allah Ta&"ala telah memuji mereka.

7-Tidak memperbincangkan dengan kejelekan tentang sejarah sahabat-sahabatnya yang telah beriman dan membenarkannya, mereka telah dipuji oleh Allah Ta&"ala, Dia berfirman: Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku&" dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (Q.S. al Fath:29)

Dan Rasulullah ﷺ bersada Jangan kalian mencela sahabat-sahabatku, Jangan kalian mencela sahabat-sahabatku, demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika seorang di antara kalian berinfak emas sebanyak gunung Uhud, itu tidak setara dengan satu mud (segenggam) salah seorang di antara mereka bahkan tidak setara dengan setengahnya. (H.R.Muslim)

Sahabat yang paling utama adalah Khulafaur Rasyidun: Abu Bakr kemudian Umar kemudian Utsman kemudian Ali -semoga Allah ridha kepada mereka dan seluruh sahabat-, Allah Ta&"ala berfirman: Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar(Q.S. at Taubah:100)

Mereka semua telah menyampaikan ilmu dan agama dari Rasulullah ﷺ hingga sampai pada kita.


Iman kepada perjumpaan dengan Allah

Semua makhluk akan kembali kepada Allah, kepadanya tempat kembali, ini adalah rukun mendasar dari iman kepada Allah, ia termasuk rukun iman, di antara rukun iman: iman kepada hari akhir, Nabi kita pernah ditanya oleh Jibril -alahissalam-, di hadapan para sahabatnya ketika mengajar mereka, tentang rukun iman, beliau menjawabnya: &"Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk (H.R.Muslim).

Dinamakan hari akhir karena tidak ada lagi hari setelahnya, ketika penduduk surga telah menetap di tempatnya dan penduduk neraka telah menetap di tempatnya, terdapat banyak nama-namanya dalam al Qur&"an yang menunjukkan kedudukan dan keagungannya serta kejadian yang terjadi pada saat itu, di antaranya: al waqi&"ah karena ia pasti akan terjadi; al Khafidhah dan ar Rafi&"ah karena Ia akan mengangkat derajat sebagian orang di surga dan menjatuhkan yang lain di neraka; hari perhitungan dan pembalasan, hari al haqqah yang terbukti di hari itu apa yang telah Allah Ta&"ala beritakan, ath Thammah yang berarti menaklukkan sesuatu, ash shakhkhah karena akan ditiup sangkakala yang menulikan telinga, hari ancaman karena akan dijatuhkan ancaman itu kepada orang-orang kafir, hari penyesalan, hari perjumpaan karena seluruh makhluk akan saling bertemu di satu tempat, hari dekat karena hari itu sangat dekat, hari saling memanggil karena akan terjadi saling memanggil, penduduk surga memanggil penduduk neraka dan penduduk neraka memanggil penduduk surga, hari mandul karena ia adalah hari yang terakhir tidak melahirkan hari berikutnya, kampung akhirat, kampung menetap, al gasyiah karena ia akan meliputi manusia... dan selainnya.

Cakupan iman kepada hari akhirat

Pertama: Iman kepada apa setelah mati

Pertanyaan di kubur:

Yaitu pertanyaan kepada mayat setelah dikubur tentang Tuhan, agama dan Nabinya, Allah akan memberikan keteguhan kepada orang-orang beriman berupa jawaban kokoh, ia akan menjawab: &"Tuhanku Allah, agamaku Islam dan Nabiku Muhammad&", dan Allah menyesatkan orang-orang zalim, orang kafir akan menjawab: &"ah.. ah.. aku tidak tahu&", orang munafik atau ragu menjawab: &"aku tidak tahu, aku mendengarkan orang mengatakan sesuatu lalu aku ikut mengucapkannya&".

Azab dan nikmat kubur:

Azab kubur bagi orang-orang zalim, munafik dan kafir serta sebagian pelaku maksiat dari kalangan orang beriman, Allah Ta&"ala berfirman: Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): &"Keluarkanlah nyawamu&" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya (Q.S. al An&"am:93),

Dan Ia berfirman tentang golongan Firaun: Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): &"Masukkanlah Fir&"aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras&" (Q.S. Gafir:46),

Dalam hadits Zaid bin Tsabit dari Nabi ﷺ bersabda:“Seandainya kalian tidak akan saling menguburkan, tentulah aku memohon kepada Allah agar memperdengarkan kepada kalian dari siksa kubur yang aku dengar.” Lalu beliau menghadap kepada kami dan bersabda: &"Berlindunglah kepada Allah dari azab kubur&", maka kami mengucapkan: &"Kami berlindung kepada Allah dari azab kubur&", lalu beliau berkata: &"Berlindunglah kepada Allah dari azab neraka&", maka kami mengucapkan: &"Kami berlindung kepada Allah dari azab neraka&", lalu beliau berkata: &"Berlindunglah kepada Allah dari ujian yang nampak maupun tersembunyi&", maka kami mengucapkan: &"Kami berlindung kepada Allah dari ujian yang nampak maupun tersembunyi&", lalu beliau berkata: &"Berlindunglah kepada Allah dari ujian Dajjal&" (H.R.Muslim).

Dan nikmat kubur bagi orang-orang beriman lagi jujur, Allah ta&"ala berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: &"Tuhan kami ialah Allah&" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: &"Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu&" (Q.S. Fushshilat:30).

Allah Ta&"ala berfirman: Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar? adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam jahannam. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar (Q.S. al Waqi&"ah:83-96),

Ketika Utsman berdiri di samping kuburan beliau menangis hingga membasahi janggutnya, maka beliau ditanya: &"Surga dan neraka disebut-sebut dan anda tidak menangis lalu anda menagis karena (kuburan) ini? Maka beliau menjawab: sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: &"Kubur adalah tahapan pertama dari tahapan-tahapan hari akhirat, siapa yang selamat darinya maka yang setelahnya lebih ringandarinya, dan jika tidak selamat darinya maka yang setelahnya akan lebih berat&" beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: &"Aku tidak melihat pemandangan yang lebih mengerikan dari kuburan&" (H.R.Ahmad).

Dan Rasulullah bersabda tentang seorang beriman jika menjawab pertanyaan dua malaikat dalam kuburnya: Maka terdengar seruan dari langit: ”Hambaku telah membenarkan.” Maka dibentangkanlah surga baginya, dipakaikan baju dari surga, dibukakakan pintu menuju ke surga, didatangkan kepadanya aroma surga dan diluaskan makamnya sejauh mata memandang (H.R.Ahmad dan Abu Daud dalam hadits yang panjang)

Kedua: Iman kepada hari kebangkitan

Yaitu hari dihidupkan kembali orang mati ketika ditiup sangkakala pada kali kedua, seluruh manusia bangkit kepada Tuhan semesta alam, mereka dalam kondisi tidak memakai alas kaki, telanjang tidak berpakaian, tidak terkhitan, Allah Ta&"ala berfirman: Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya (Q.S. al Anbiya&":104).

Dan kebangkitan adalah kebenaran yang pasti, telah disebutkan dalam al Qur&"an, hadits dan ijma&" umat Islam. Allah Ta&"ala berfirman: Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat. (Q.S. al Mukminun:15-16),

Dan Nabi bersabda ﷺ : &"Manusia dibangkitkan pada hari kiamat dalam kondisi tidak beralas kaki dan tidak terkhitan&" (Muttafaq alahi),

Umat Islam berijma&" (sepakat) tentang kebenarannya, dan itu sesuai dengan hikmah, karena yang sesuai dengan hikmah adalah Allah menjadikan hari kembali bagi makhluk untuk membalas mereka di sana terhadap apa yang dibebankan kepada mereka melalui lisan Rasul-Nya. Allah Ta&"ala berfirman: Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Q.S. al Mukminun:115),

Dan Allah berfirman kepada Nabi-Nya: Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. (Q.S. al Qashash:85)

Ketiga: Iman kepada tanda-tanda hari kiamat

Yaitu kejadian-kejadian yang menda-hului hari kiamat, menunjukkan hari kiamat sangat dekat, terbagi menjadi tanda besar dan tanda kecil

Tanda-tanda kecil:

Yaitu kejadian-kejadian yang menda-hului hari kiamat dalam waktu lama –mayoritasnya-, ada yang telah terjadi dan berlalu -dan bisa terjadi ulang-, ada yang sedang terjadi dan berurut, dan ada yang belum terjadi hingga sekarang, namun akan terjadi sebagaimana berita Rasulullah ﷺ yang jujur dan dibenarkan, seperti: pengangkatan beliau sebagai Nabi, kematiannya, penaklukan baitul maqdis, datangnya fitnah (ujian), diabaikannya amanah, diangkatnya ilmu dan kebodohan merajalela, merajalelanya praktek zina dan riba, tersebarnya alat musik, banyak orang meminum khamar, pengembala kambing menjadi kaya dan berlomba-lomba mendirikan bangunan, banyaknya kasus durhaka kepada ibu hingga diperlakukan bagaikan budak, banyak pembunuhan dan gempa, fenomena longsor, wajah berubah dan tuduhan selingkuh, wanita berpakaian tapi telnjang, banyaknya persaksian palsu dan menyembunyikan kebenaran dan banyak lagi yang telah disebutkan dalam al Qur&"an dan hadits Nabi ﷺ.

Tanda-tanda besar:

Yaitu kejadian besar yang menunjuk-kan semakin dekatnya hari kiamat dan sebentar lagi terjadi hari yang agung itu, dan tanda ini ada sepuluh: mun-culnya Dajjal, turunnya Isa bin Mar-yam, datangnya Ya&"juj dan Ma&"juj, tiga longsor besar, di negeri timur, barat dan semenanjung arab, asap tebal, matahari terbit dari barat, hewan yang berbicara, Api yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya. Dan kejadian-kejadian ini terjadi secara bersambung, jika kajadaian pertama muncul maka yang lainnya datang silih berganti.

Keempat: Iman kepada peristiwa hari kiamat, seperti:

1-Meletusnya gunung-gunung megah hingga menjadi tanah dan rata dengan bumi. Allah berfir-man: Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan (Q.S. an Naml:88),

Dan firman-Nya: Dan gunung-gunung dihancur luluh-kan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan (Q.S. al Waqiah:5-6)

Dan firman-Nya: Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan) (Q.S. al Ma&"arij:9),

Dan firman-Nya: Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: &"Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya. maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali, tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi (Q.S. Thaha:105-107).

2-Air laut meledak hingga menyemburkan api; lautan yang menutupi sebagian besar bumi kita akan meleddak pada hari itu, Allah Ta&"ala berfirman: Dan apabila lautan diledakkan (Q.S. al Infithar:3), Dan apabila lautan dinyalakan (Q.S. at Takwir:6)

3-Bumi dan langit diganti, lalu manusia dibangkitkan di atas bumi baru yang mereka tidak kenal dan tidak ada bekas, Allah berfirman: (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa (Q.S. Ibrahim:48)

RAsulullah bersabda: &" Pada hari Kiamat, manusia dikumpulkan di atas tanah putih yang rata seperti roti putih yang bundar dan pipih; tidak ada tanda untuk seorangpun (Muttafaqun alahi)

Bumi menjadi putih dan tidak bertanda

4-Manusia akan melihat hal-hal baru; mereka akan melihat matahari dan bulan berkumpul, sehingga jiwa semakin takut dan gelisah, Allah berfirman: Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata: &"Ke mana tempat berlari?&" (Q.S. al Qiyamah:7-10)

5-Ditiupnya sangkakala, dan itu akhir kehidupan dunia; ketika hari itu telah datang maka akan ditiup sangkakala, tiupan ini akan mengakhiri kehidupan di bumi dan langit Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah (Q.S. az Zumar:67),

Dia adalah tiupan hebat lagi memusnahkan, ketika seorang mendengarnya ia tidak mampu lagi berpesan dan tidak mampu kembali ke keluarga dan sahabatnya Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya (Q.S. Yasin:49-50),

Dan Rasulullah ﷺ bersabda: “Kemudian ditiuplah sangkakala, maka tidak ada seorangpun yang mendengarnya kecuali akan mengarahkan pendengarannya dan menjulurkan lehernya (untuk memerhatikannya). Lalu beliau berkata- dan orang pertama yang mendengarnya ada seorang lelaki yang mengecat penampung air minum untanya -belaiu berkata- lalu ia mati dan manusia pun ikut mati.” (H.R.Muslim)

6-Berkumpulnya seluruh makhluk, dari makhluk pertama hingga makhluk terakhir di padang mahsyar, maka mereka semua berkumpul di padang mahsyar, baik manusia, jin maupun hewan-hewan, Allah Ta&"ala berfirman: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk) (Q.S. Hud:103).

Dan firman-Nya: Katakanlah: &"Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal (Q.S. al Waqiah:49-50)

7-Manusia dikumpulkan dalam keadaan telanjang sebagaimana Allah menciptakannya, namun mereka tidak saling menoleh karena dahsyatnya kondisi pada saat itu, Ummul mukminin, Aisyah -radhiayallahu anha- heran dengan hal itu; dari Aisyah, beliau berkata: Rasulullah bersabda: &"Kalian akan dikumpulkan (pada hari kiamat) dalam keadaan telanjang dan tidak terkhitan&", Aisyah berkata: AKu berkata: Wahai Rasulullah, laki-laki dan wanita akan saling melihat? Maka beliau bersabda: &"Kondisi pada hari itu lebih dahsyat daripada mementingkan itu&" (H.R.Bukhari)

8-Orang terzalimi akan membalas orang yang menzaliminya, hingga hewan-hewan, Rasulullah ﷺ bersabda: &"Kalian akan mengembalikan hak kepada orangnya pada hari kiamat, hingga kambing bertanduk akan dibalas oleh kambing tak bertanduk (H.R.Muslim), Dan beliau bersabda: &"Siapa yang pernah menzalimi saudaranya pada kehormatan atau barangnya, hendaklah ia meminta dihalalkan pada hari ini sebelum datang hari yang tidak Berguna dinar dan dirham, jika ia memiliki pahala amal shalih maka akan diambil darinya sebanyak kezalimannya, jika ia tidak memiliki pahala amalan shalih maka ia akan mengambil dosa orang yang dizaliminya dan ia akan menanggungnya (H.R.Bukhari)

9-Matahari rendah dan dekat dari manusia sehingga mereka tenggelam dalam keringatnya sesuai amal perbuatannya, Rasulullah ﷺ bersabda: &"Matahari didekatkan kepada makhluk pada hari kiamata sehingga berjarak satu mil dari mereka&", Sulaiman bin Amir berkata: &"Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan satu mil, apakah jarak bumi atau mil yang dipakai untuk mencelak mata&". Beliau lanjut bersabda: &"Keringat manusia tergantung tingkat amalannya, di antara mereka ada yang keringatnya sampai ke dua mata kakinya, di antara mereka ada yang sampai ke lututnya, di antara mereka ada yang sampai ke pinggangnya dan ada di antara mereka yang tercekik dengan keringatnya&" ia berkata: &"Rasulullah menunjuk ke mulutnya&" (H.R.Muslim)

10-Ada manusia yang menerima buku catatan amalannya dengan tangan kanan dan ada yang menerima dengan tangan kiri, manusia dalam kondisi bingung dan takut; sampai setiap orang menerima buku catatannya, maka orang-orang beriman berbahagia akan dekatnya keselamatan ketika menerima buku catatan dengan tangan kanan, sementara orang-orang kafir dan munafik semakin bersedih ketika menerima buku catatan dengan tangan kirinya sebagia balasan setimpal, Allah Ta&"ala berfirman: Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: &"Ambillah, bacalah kitabku (ini)&". Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi, buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): &"Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu&". Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: &"Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku&"(Q.S. al Haqqah:19-29)

11-Manusia kaget dan ketakutan sehingga seorang tidak sempat menanyakan tentang orang lain, ia tidak mementingkan kecuali dirinya sendiri, Allah berfirman: Hari dimana tidak berguna harta dan keturunan (Q.S. asy Syu&"ara:88),

Dan firman-Nya: pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya (Q.S. Abasa:34-37)

Kelima: Iman kepada perhitungan dan pembalasan

Seorang hamba akan dihitung amalan perbuatannya dan dibalas sesuai dengannya, Allah Ta&"ala berfirman: Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka (Q.S. al Gasyiah:25-26).

Dan Ia berfirman: Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan (Q.S. al An&"am:160).

Dan firman-Nya: Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan (Q.S. al Anbiya:47),

Dari Ibnu Umar -radhiyallahu anhu- bahwasanya Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya (pada hari kiamat) Allah akan mendekatkan seorang mukmin, lalu Allah meletakkan tabir dan menutupinya. Lalu Allah berfirman, “Apakah kamu mengetahui dosa ini? Apakah engkau tahu dosa itu?” Dia menjawab, “Ia, betul saya tahu wahai Rabbku.” Hingga ketika Allah telah membuat dia mengakui semua dosanya dan dia mengira dirinya akan binasa,, Allah berfirman kepadanya, “Aku telah menutupi dosa-dosa ini di dunia, maka pada hari ini Aku mengampuni dosa-dosamu itu.” Lalu diberikanlah padanya catatan kebaikan-kebaikannya,adapun orang kafir dan munafik mereka dipanggil di hadapan seluruh makhluk”. Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka&". Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim (Q.S. Hud:18 (Muttafaqun alahi),

Hasan Bashri ditanya: &"kami menyaksikan kalangan tabi&"in lebih banyak ibadahnya dibandingkan kalangan sahabat, apa yang membuat para sahabat mengungguli mereka?&" Beliau menjawab: &"Mereka (Tabi&"in) beribadah sementara dunia berada di hatinya dan sahabat beribadah sementara akhirat dihatinya&".

Dalam hadits shahih dari Nabi meriwayatkan dari Tuhannya yang maha Suci dan maha Tinggi berfirman: Sesungguhnya Allah telah menulis kebaikan dan dosa lalu menjelaskannya; siapa yang berniat melakukan kebaikan namun ia belum melaksanakannya maka Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai satu pahala sempurnah, jika ia berniat melakukannya lalu ia lakukan maka Allah mencatatnya di sisi-Nya sepuluh pahala hingga tujuh ratus lipat ganda hingga lipatan ganda yang banyak, dan jika ia berniat melakukan satu dosa lalu ia tidak jadi mengamalkannya maka Allah mencatatnya di sisi-Nya sebagai satu pahala sempurnah, dan jika ia meniatkannya lalu mengerjakannya maka Allah mencatatnya di sisi-Nya sebagai satu dosa. (Muttafuqun alahi)

Umat Islam sepakat akan adanya perhitungan dan pembalasan terhadap amalan, ini sesuai hikmah karena Allah menurunkan kitab suci, mengutus para rasul, mewajibkan hamba-Nya untuk beriman dan taat kepada-Nya, mengancam siapa yang tidak taat dan beriman kepada-Nya serta tidak taat kepada para rasul-Nya dengan ancaman keras dan azab pedih, jika tidak ada perhitungan dan balasan maka semua itu sia-sia dan Allah maha Suci dari hal itu, Allah telah menyatakan hal itu dalam firman-Nya: Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami). maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka) (Q.S. al A&"raf:6-7).

Keenam: Iman kepada Surga dan Neraka:

Keduanya adalah tempat kembali abadi bagi makhluk, surga adalah tempat tinggal yang penuh dengan kenikmatan, Allah siapkan bagi orang-orang beriman dan bertakwa yang beriman kepada apa yang Allah wajibkan kepada mereka untuk diimani, mereka mentaati Allah dan rasul-Nya dengan senantiasa ikhlas kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya. Di dalamnya terdapat banyak jenis kenikmatan yang belum pernah disaksikan mata, belum pernah didengar telinga dan tidak pernah terlintas dalam fikiran manusia. Allah Ta&"ala berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga&"Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya (Q.S. al Bayyinah:7-8).

Dan firman-Nya: Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan (Q.S. as Sajadah:17),

Kenikmatan tertinggi adalah memandang Wajah Allah Ta&"ala di surga, Ia berfirman: Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat (Q.S. al Qiyamah:22-23),

Allah Azza wa Jalla berfirman: Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (Q.S. Yunus:26)

Pahala terbaik adalah surga dan tambahan adalah memandang Wajah Allah yang mulia, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: Jika penduduk surga telah masuk surga, Allah yang Maha Suci berfirman: Apakah kalian ingin Aku tambahkan sesuatu?&", mereka menjawab: &"Bukankah Engkau telah memutihkan wajah kami, bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan membebaskan kami dari neraka?&", beliau berkata: &"Kemudian Allah menyingkap tirai, mereka tidak diberikan sesuatu yang lebih mereka senangi lebih dari memandang wajah Tuhannya, lalu Rasulullah membaca ayat ini: Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (Q.S. Yunus:26) (H.R.Muslim).

Dan neraka adalah negeri azab yang Allah Ta&"ala siapkan bagi orang-orang kafir dan zalim, yang mengingkari dan menyelisihi rasul-Nya, di dalamnya terdapat bermacam-macam azab dan siksaan yang belum terlintas di fikiran. Allah Ta&"ala berfirman: Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir (Q.S. Ali Imran:131).

Dan firman-Nya: Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek (Q.S. al Kahfi:29).

Dan firman-Nya: Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: &"Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul&"(Q.S. al Ahzab:64-66),

Orang yang paling ringan siksaannya -semoga Allah melindungi kita darinya- adalah yang disebutkan oleh Rasulullah ﷺ dalam sabdanya: Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksaannya di hari kiamat adalah seorang yang diletakkan pada telapak kakinya bara api yang menyebabkan otaknya mendidih (H.R.Bukhari)

Buah iman kepada hari akhirat:

1-Realisasi dari salah satu rukun iman, karena iman kepada Allah tidak terpenuhi kecuali dengan mengimani hari akhirat, jadi ia termasuk rukun iman, oleh karena itu Allah mewajibkan kepada kita memerangi orang yang tidak mengimaninya, Allah berfirman: Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari akhir (Q.S. at Taubah:29).

2-Rasa aman di dunia dan akhirat dan janji berupa pahala yang besar, Allah berfirman: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (Q.S. Yunus:62).

3-Pahala yang besar, Allah Ta&"ala berfirman: Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati (Q.S. al Baqarah:62)

4-Memotivasi untuk melakukan kebaikan, Allah Ta&"ala berfirman: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (Q.S. an Nisa:59)

Dan firman-Nya: Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian (Q.S. at Taubah:18)

Dan Ia juga berfirman: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (Q.S. al Ahzab:21)

Ummul mukminin Aisyah berkata kepada seorang wanita: &"Perbanyaklah mengingat mati maka hatimu akan lembut&"

Dan firman-Nya: Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian (Q.S. al Mumtahanah:6)

Dan firman-Nya: Dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. (Q.S. ath Thalaq:2)

5-Mencegah perbuatan kemungkaran, Allah Ta&"ala berfirman: Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat (Q.S. al Baqarah:228)

Dan firman-Nya: Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma&"ruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian (Q.S. alBaqarah:232)

Dan firman-Nya: Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya. (Q.S. at Taubah:44-45)

Oleh karena itu, siapa yang tidak beriman kepada hari tersebut maka ia tidak segan-segan dan tidak malu untuk melakukan perbuatan haram Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (Q.S. al Ma&"un:1-3).

Hasan -radhiyallahu anhu- berkata: &"siapa yang mengenal kematian maka ringan baginya musibah-musibah dunia&"

6-Hiburan bagi seorang beriman terhadap apa yang ia tidak dapatkan dari dunia dengan apa yang ia harapkan dari kenikmatan dan pahala akhirat,surga adalah kemenangan besar, dan kehidupan dunia hanyalah perhiasan yang memperdayakan. Allah Ta&"ala berfirman: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (Q.S. Ali Imran:185)

Hati tidak akan baik, beruntung, senang, nikmat, enak dan tenang kecuali dengan beribadah kepada Tuhannya, cinta dan kembali kepada-Nya.

Syaikhul Islam

Dan firman-Nya: Katakanlah: &"Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku&", Barang siapa yang dijauhkan azab dari padanya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata (Q.S. al An&"am:15-16)

Dan firman-Nya: Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal (Q.S. al A&"la:17)